Bandung Lagi, Bandung Lagi, Tapi Selalu Ada Cerita

Entah kenapa, setiap kali mikir buat jalan-jalan, kota yang pertama kali muncul di kepala aku selalu sama yaitu Bandung. Iya, Bandung lagi, Bandung lagi. Tapi anehnya, aku nggak pernah bener-bener bosen. Kota ini kayak punya cara sendiri buat bikin aku balik lagi, meskipun udah sering datang. kali ini aku lagi berdiri di salah satu spot yang paling ikonik di Bandung, Jalan Braga, pas malam hari. Lampu-lampu jalan yang hangat, bangunan tua dengan arsitektur klasik, dan suasana kota yang masih hidup walaupun malam sudah cukup larut. Di titik ini, aku sadar kalau Bandung itu bukan cuma soal destinasi, tapi soal rasa.

Braga selalu punya cerita. Dari dulu dikenal sebagai jalan bersejarah, sekarang Braga jadi tempat nongkrong, jalan santai, sampai spot foto favorit. Malam itu, aku cuma berdiri santai, lihat orang-orang lalu lalang, motor parkir rapi di pinggir jalan, dan suara kota yang nggak pernah benar-benar diam. Rasanya tenang, tapi juga hidup. aku datang ke Bandung bukan dengan rencana yang ribet. Nggak ada itinerary ketat, nggak ada target harus ke mana aja. Justru itu yang bikin perjalanan ini terasa ringan. Kadang, travelling nggak selalu soal pindah tempat, tapi soal memberi waktu ke diri sendiri buat menikmati momen. Dan Bandung cocok banget buat itu.

Yang aku suka dari Bandung adalah suasananya yang fleksibel. Mau datang rame-rame sama temen, sendiri, atau cuma sekadar kabur sebentar dari rutinitas kampus, Bandung selalu bisa nerima. Dari pagi sampai malam, selalu ada hal kecil yang bisa dinikmati. Mulai dari ngopi, kulineran, sampai jalan kaki tanpa tujuan jelas.

Di braga, aku ngerasa kayak lagi ngobrol sama Bandung versi lama dan versi sekarang sekaligus. Bangunan-bangunan tua masih berdiri, tapi dipadu sama kafe modern dan anak muda yang nongkrong. Perpaduan itu yang bikin Bandung terasa unik. Kota ini nggak berusaha jadi sesuatu yang lain, dia cuma jadi dirinya sendiri.

Sebagai mahasiswa, travelling ke Bandung juga relatif ramah di kantong. Banyak tempat gratis atau murah yang bisa dinikmati. Jalan-jalan di Braga misalnya, nggak perlu bayar apa-apa. Cukup pakai sepatu nyaman, outfit santai, dan mood yang baik. Kadang hal sesimpel itu udah cukup buat recharge energi. perjalanan ini juga bikin aku sadar, nggak semua travelling harus jauh dan mahal. Kadang, kota yang itu-itu aja justru punya banyak cerita yang belum selesai. Bandung mungkin sering aku kunjungi, tapi selalu ada sudut baru, suasana baru, dan perasaan baru setiap datang ke sini.

Tips & Trik Travelling Santai ala Mahasiswa di Bandung

  1. Datang tanpa itinerary ribet – biarin perjalanan ngalir, justru lebih nikmat.

  2. Jalan kaki di area Braga – selain gratis, banyak spot estetik buat foto.

  3. Pilih waktu malam – suasana Bandung lebih tenang dan adem.

  4. Pakai outfit nyaman – Bandung enak dinikmati sambil santai, bukan buru-buru.

  5. Nikmati momen, bukan cuma konten – foto penting, tapi rasa lebih penting.

Dan di akhir perjalanan ini, aku akhirnya paham kenapa Bandung selalu jadi pilihan. Bukan karena tempatnya yang selalu baru, tapi karena perasaannya yang selalu beda setiap kali datang. Bandung ngajarin aku kalau pulang itu nggak selalu soal rumah, tapi tentang tempat yang bikin hati tenang walaupun cuma sebentar. Jadi kalau nanti suatu hari aku bilang, “Bandung lagi, Bandung lagi,” itu bukan keluhan, tapi pengakuan. Karena di kota ini, aku selalu nemu alasan baru buat kembali, meskipun jalannya itu-itu aja, ceritanya selalu berubah.


Posting Komentar

0 Komentar